Upacara Ngertakeun Bumi Lamba – Uleman

Sampurasun..

“Ini Pakeun Urang Ngertakeun Bumi Lamba”
(Tugas Manusia ialah harus Ngertakeun Bumi Lamba, memaknai sebagai mensejahterakan tempat kita berada)
— Rakean Darmasiksa (Sanghyang Siksa Kanda’ang Karesian)–

Upacara Ngertakeun Bumi Lamba
“Antragna Pusaka Buhun”

26 Juni 2022
Radite, Ping 5
Sasih Kapitu
1944 Suryakala Sunda
(Ping 4 Bulan Asuji 1958 Candra Kala Sunda)
Di Gunung Tangkuban Parahu
Jam 08.30 WIB – Selesai

Rahayu 🙏

TENTANG UPACARA NGERTAKEUN BUMI LAMBA

“Ini Pakeun Urang Ngertakeun Bumi Lamba”
(Tugas Manusia ialah harus Ngertakeun Bumi Lamba, memaknai sebagai mensejahterakan tempat kita berada)
— Rakean Darmasiksa (Sanghyang Siksa Kanda’ang Karesian)–

Pesan ini bukanlah anjuran untuk menyelenggarakan sebuah upacara. Ini adalah kewajiban setiap manusia dalam hidupnya terlahirkan di dunia. Tentu saja setiap upacara bukanlah kehidupan keseharian, tapi berbagai ritual tertuju untuk mengarahkan setiap kita fokus terhadap “pembangkitan rasa”. Dan lalu melangkahkan hidupnya dari vibrasi pesan yang termuat di dalamnya.

Upacara adalah sebuah konsolidasi spiritual, dalam bentuk tekad dan rasa, mengharmoniskan antar sesama dan mengorganisir semangat dalam kebersamaan ruhani dan emosi yang esensial. Atau “Patarema Rasa”, tidak memperdebatkan pikiran yang sangat subjektif (keakuan); atau juga tidak dalam perbedaan metodologi.

Upacara adalah fondasi strategis bangunan sosial budaya. Saat perjamuan kasih sayang di dalamnya akan mempertemukan para pihak, tidak membedakan berbagai latar belakang; seperti status sosial atau bahkan religi, yang kemudian di antaranya melahirkan kerja bersama, “Patarema Pancen”.

Tidak mudah, bahkan bisa tidak mungkin terwujud perilaku “Ngertakeun Bumi Lamba”, bila tidak ada keharmonisan spiritualitas. Jadi, penting kita semua saling mendukung dan saling menyempurnakan segala yang berangkat dari dan berdasarkan begitu besar niat dan cita cita mulia di dalamnya. Mari kita bawa pesan indah masa lalu, untuk menjadi terwujud di masa kita; dan terus lebih baik menuju masa depan. Itulah prinsip dasar “Upacara Ngertakeun Bumi Lamba”, membangun ikatan “Kasih Sayang” di antara kita; untuk bersama mewujudkan Ngertakeun Bumi Lamba dalam keseharian.

Semoga kita mendapat kesempatan untuk bertemu dalam perjamuan sakral ini; Di Gunung Tangkuban Parahu, 26 Juni 2022, Jam 08.30 WIB – Selesai.

Mugia rahayu sagung dumadi.

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: