Survei Dunia : Percaya Dokter

Oleh : Dahlan Iskan

Survei Dunia Percaya Dokter

Foto sampul : dr. Sari Nurfaizah, Sp.THT-KL, alumni SMA Negeri 22 Bandung

PROFESI yang paling terpercaya di seluruh dunia ternyata tetaplah ini; dokter. Bukti survei dunia percaya dokter terus berada di urutan nomor satu. Bertahun-tahun. Mengalahkan ilmuwan –yang juga hebat; yang masih tetap di urutan kedua.

Yang paling jeblok; Anda sudah tahu, politisi. Sedang yang paling jeblok berikutnya; Anda juga sudah mengira; para menteri di pemerintahan, Mahinda jadi semua.

Itulah hasil riset terbaru di 28 negara dari lembaga riset tepercaya di Inggris/Prancis; Ipsos –yang publikasinya saya baca pekan lalu.

Pun seandainya Indonesia ikut dalam riset, tetaplah posisi dokter tidak akan berubah. Setidaknya menurut perkiraan saya. Heboh dokter Terawan tidak akan berpengaruh pada tingkat kepercayaan itu –Terawan kan juga dokter.

Dokter pernah di urutan kedua; setelah ilmuwan. Itu sudah lama dulu. Ketika masyarakat mungkin masih lebih mempercayai takhayul. Tiga tahun terakhir, terutama setelah terjadi pandemi, kenaikan kepercayaan pada dokter tinggi sekali. Sampai 7 persen. Bahkan di negara berkembang kenaikan itu bisa sampai 9 persen.

Selamat untuk para dokter. Pengabdian mereka selama Covid mendapat pengakuan luas. Semoga para dokter yang sampai meninggal dunia pun ikut merasakan apresiasi itu di surga.

Seandainya Indonesia ikut jadi obyek riset, apakah posisi politisi dan menteri kabinet akan lebih baik? Sayangnya Indonesia tidak termasuk sebagai responden. Hanya Malaysia satu-satunya responden dari Asia Tenggara.

Dari hasil riset Ipsos itu para guru juga harus berbahagia. Setelah dokter dan ilmuwan gurulah yang paling terpercaya di seluruh dunia; di urutan ketiga. Angkanya konsisten; di negara maju maupun kurang maju.

Yang saya kaget adalah kepercayaan pada hakim dan pengacara. Ternyata sangat lumayan; di urutan 7 dan 8. Masih masuk papan tengah. Mereka mengalahkan kepercayaan terhadap wartawan yang ternyata masuk papan bawah. Malu sekali. Wartawan hanya sedikit lebih terpercaya dari pada penggiat agama. 

Tentu saya lebih kaget melihat rendahnya kepercayaan pada pemuka agama. Begitu rendah kepercayaan masyarakat pada ulama/pendeta di 28 negara itu.*)

Sayangnya tidak ada rincian per negara soal ini. Mungkin perlu membeli hasil riset itu secara lengkap. Agar tahu itu lebih karena pengaruh oleh fenomena di negara maju atau merata. 

Lalu, apakah Ipsos sendiri bisa terpercaya?

Terserah Anda. Ipsos ternyata juga memasukkan profesi lembaga pengumpul pendapat ke dalam riset kepercayaan ini. Hasilnya; papan tengah. Di urutan 10 dari atas, atau nomor 9 dari bawah.

Urutan itu juga mengejutkan saya. Padahal partai-partai begitu percaya pada lembaga jajak pendapat. Demikian juga para Capres, Cagub, dan Cabup/Cawali.

Pun lembaga bisnis. Sangat percaya pada riset pasar –meski memang lebih percaya pada riset yang berlaku secara in house. 

Secara umum Ipsos termasuk lembaga riset yang sangat terpercaya pasar. Ia tidak hanya riset indeks kepercayaan. Juga riset pasar untuk keperluan bisnis. Umur Ipsos sudah 47 tahun. Sangat berpengalaman di bidang jajak pendapat. Sudah pula menjadi perusahaan publik –IPO di pasar modal. Ipsos punya kantor di 88 negara –termasuk di Jakarta dengan total karyawan 16.000 orang.

Hasil riset itu umumnya seirama dengan yang ada di pikiran saya. Berkali-kali saya menulis bahwa profesi dokter memang paling tinggi dalam kadar ketaatan pada kode etik. Pengawasan terhadap pelaksanaan kode etiknya juga yang paling keras.

Yang saya kaget adalah tingkat kepercayaan kepada hakim dan pengacara. Jauh lebih tinggi dari yang saya perkirakan. Berarti saya harus mengubah persepsi saya pada dua profesi itu.

Bahwa tingkat kepercayaan pada wartawan juga begitu rendah, saya ok dan tidak ok.

Saya ok karena hasil riset di Indonesia juga begitu; tingkat kepercayaan pada media mainstream tinggal 48 persen. Tapi kenapa tidak ok? Karena, duille, kok begitu rendahnya. Agak emosi. 

Melihat begitu rendahnya kepercayaan itu, muncul pertanyaan berikutnya; apakah masih bisa memperbaiki? Atau, sekalian, biar saja terus merosot. Sampai hancur lebur. Lalu membangun lagi dari nol. Seperti yang termaksud dalam teori tipping point.

Sebenarnya lebih menarik kalau hasil riset ini teralami per negara. Lalu membandingkan antara negara maju dan belum maju. Memang Ipsos memberi penjelasan lebih rinci tapi tidak rinci sekali. Ini kan paparan hasil yang versi gratis. 

Misalnya tingkat kepercayaan pada ilmuwan –mungkin titik beratnya pada ilmuwan fisika, teknik, elektro, nuklir, kimia, dan sebangsanya dan bukan pada ilmuwan dalam pengertian ilmu sosial dan keagamaan.

Negara yang paling mempercayai profesi ilmuwan adalah Rusia. Lalu Tiongkok. Sedang yang paling kurang mempercayai ilmuwan adalah negara seperti Arab Saudi.

Menariknya, kian tahun tingkat kepercayaan pada ilmuwan itu naik terus di Saudi. Dari tahun ke tahun. Kenaikan paling tinggi terjadi tiga tahun terakhir. Mungkin terkait dengan Covid-19; doktrin agama pun kalah dengan doktrin ilmu.

Ibadah haji sampai pembatalan. Shalat harus berjarak – padahal, menurut ajaran, harus berdiri rapat dengan sebelah-menyebelahnya. Ilmu semakin mengalahkan agama. 

Menariknya Ipsos juga meneliti tingkat kepercayaan pada masyarakat pada umumnya. Seberapa masyarakat mempercayai masyarakatnya?

Ternyata tidak tinggi. Terendah justru terjadi di negara-negara maju. Sedang masyarakat di Arab Saudi lebih mempercayai masyarakat mereka.

Kepercayaan masyarakat kepada masyarakat, paling tinggi, terjadi di Tiongkok.

Setelah membaca hasil kerja Ipsos ini saya berhenti bernapas sejenak; jangan-jangan tingkat kepercayaan kepada Disway juga rendah. Yang berarti sudah waktunya saya harus pensiun –tidak harus memperpanjang periode penulisan ini. (Dahlan Iskan) 

*) Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Kanada, Chile, Tiongkok, Kolombia, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Hungaria, India, Italia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Belanda, Peru, Polandia, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Turki, and Amerika Serikat.

Survei Dunia Percaya Dokter – Artikel pernah muat di DISWAY.

ERA DIGITAL
INVESTASI TAK TERBATAS RUANG & WAKTU


Rumah tinggal keluarga adalah kebutuhan dasar manusia. Utamanya bagi Pekerja Migran Indonesia, Klub Cahaya melayani kebutuhan dengan kerja sama saling menguntungkan. Selengkapnya klik ke Klub Cahaya atau Real Estate. Atau ke Beranda.

Kesempatan Emas – Miliki aset properti dengan murah, mudah dan cepat..!!!
Harga tanah dan rumah naik terus, tak pernah turun..
Kami menawarkan 2 cara pembelian : 1. Beli tanah dulu, bangun rumah nanti. 2. Beli rumah langsung, sudah termasuk tanah.
Dengan mendaftar pembelian properti kami, Anda sudah memiliki properti bersama kami..

Hubungi kami untuk mendapat penawaran dan negosiasi terbaik..
Pembayaran setelah lengkap dokumen Notaris..

Perumahan Cahaya Caruban – Kendal
PT. Cemerlang Cahaya Internasional
Kontak HP/WA :
+62 838 61122815
https://klubcahaya.com

Survei Dunia Percaya Dokter

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: