Fakta Jakarta International Stadium
Tercanangkan Sejak Era Foke – AB selalu main klaim sepihak.

Papa Dimas Apr 22, 2022

Jakarta International Stadium (JIS) merupakan Stadion terbaru bertaraf internasional milik Pemprov DKI Jakarta. Stadion berkapasitas 82.000 penonton ini, terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara; bersebelahan dengan Sirkuit Formula E di Ancol.

Pembangunan Jakarta International Stadium yang sukses dan telah menggelar International Youth Championship (IYC); mendapat klaim oleh AB sebagai kesuksesan Pemprov DKI, sebagai modal AB nyapres di 2024 nanti.

Padahal fakta Jakarta International Stadium sudah tercanangkan sejak Gubernur Fauzi Bowo (Foke) pada 2008 lalu.

Pada tahun 2008, Pemprov DKI Jakarta era Gubernur Fauzi Bowo menggusur bangunan-bangunan liar di sana pada 24 Agustus 2008. Pemprov DKI kembali menggusur kawasan tersebut pada 8 Oktober 2008.

Ada sekitar 200 gubuk liar yang perobohan secara paksa. Puing-puing bangunan pembakaran oleh petugas ketenteraman dan ketertiban Pemprov DKI. Pemerintah ingin segera menguruk lahan sebagai tahap awal pembangunan stadion olah raga bertaraf internasional.

Pada 2009, Pemprov DKI berencana mengubah Taman BMW menjadi stadion olah raga. Pembangunan mulai tahun 2009 dan berlanjut sampai tahun 2011. Stadion sepak bola yang akan pembangunan itu berkapasitas tampung sekitar 40.000 penonton.

Selain kompleks stadion olah raga, beberapa bagian Taman BMW juga terancang sebagai taman kota. Taman BMW akan memiliki jalur lari, bersepeda, dan wisata air. Selain itu, ruang terbuka hijau dan resapan air juga tersedia untuk membantu mengurangi banjir.

Pada 2010, rencana Pemprov DKI Jakarta membangun stadion berstandar internasional di Taman BMW terhambat sengketa kepemilikan tanah. Warga bernama Donald Guilaime Wolfe mengklaim sebagai pemilik sebagian tanah Taman BMW. Tanah itu mendapat klaim sebagai warisan orang tua Donald yang terserobot tanpa ganti rugi dan menjadi Taman BMW. Mereka meminta ganti rugi atas tanah itu sebelum stadion mulai pembangunan.

Pada 2013, Pemprov DKI Jakarta menggusur Stadion Lebak Bulus; dan mengubahnya menjadi depo Mass Rapid Transit (MRT) Fase I Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.

“Stadion Lebak Bulus jadi pembongkaran. Yang penting pembebasan lahan segera selesai”, ujar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat itu menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Pemprov DKI akan mencari lahan untuk membangun stadion pengganti kandang klub sepak bola Persija Jakarta itu. Taman BMW menjadi salah satu alternatif yang akan menjadi lokasi pembangunan stadion pengganti Stadion Lebak Bulus. Jokowi mencanangkan pembangunan stadion di Taman BMW saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, 28 Mei 2014. Saat itu, Jokowi menjelaskan, Pemprov DKI akan mematangkan lahan sebelum membangun konstruksi stadion.

Pemprov DKI mengurus sertifikat tanah di Taman BMW sebelum Jokowi mencanangkan pembangunan stadion. Sejumlah pihak juga mengklaim memiliki bukti kepemilikan tanah dan mengajukan gugatan sengketa lahan. Meskipun demikian, Jokowi tetap mencanangkan pembangunan stadion di Taman BMW.

Hingga Jokowi menjadi presiden, pembangunan stadion BMW tak kunjung terealisasi.

Djarot Saiful Hidayat kembali mencanangkan pembangunan stadion di Taman BMW saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, 9 September 2017. Saat itu, Djarot meletakkan batu pertama menandai mulainya pembangunan club house dan fasilitas olahraga air di kawasan yang akan menjadi lokasi stadion internasional milik Pemprov DKI di Taman BMW.

Djarot mencanangkan pembangunan di sana setelah Pemprov DKI memenangi gugatan sengketa lahan di tingkat banding pada Juni 2015. Pemprov DKI juga sudah mengantongi sertifikat hak pakai yang terbit pada 18 Agustus 2017.

Gubernur DKI Jakarta AB mengikuti langkah dua pendahulunya dengan mencanangkan pembangunan stadion bertaraf internasional pada 14 Maret 2019. Dalam acara pencanangan itu, AB berterima kasih kepada para pemimpin ibu kota pendahulunya yang telah membebaskan lahan untuk stadion.

Terbaru, AB mengeklaim Jakarta International Stadium mencetak berbagai rekor dalam bidang konstruksi. AB mengatakan salah satu rekor yang tercetak Jakarta International Stadium adalah stadion beratap tertutup terbesar di Asia Pasifik. “Proses pembangunannya mencetak berbagai rekor dalam bidang konstruksi dan akan menjadi tolok ukur baru yang harus terkejar oleh bangsa-bangsa lain di dunia,” ujar AB.

Tak hanya itu, AB menjelaskan bahwa Jakarta International Stadium telah menyandang predikat platinum green building yang pembuktian lewat komitmen sejak awal perancangan stadion.

Jujur saya harus mengakui, kita patut berbangga Indonesia memiliki stadion sekelas Jakarta International Stadium. Terlepas dari banyaknya kontroversi penggunaannya oleh AB.

Selamat Pak AB! Begitulah kura kura.

Fakta Jakarta International Stadium

ERA DIGITAL
INVESTASI TAK TERBATAS RUANG & WAKTU


Rumah tinggal keluarga adalah kebutuhan dasar manusia. Utamanya bagi Pekerja Migran Indonesia, Klub Cahaya melayani kebutuhan dengan kerja sama saling menguntungkan. Selengkapnya klik ke Klub Cahaya atau Real Estate. Atau ke Beranda.

Kesempatan Emas – Miliki aset properti dengan murah, mudah dan cepat..!!!
Harga tanah dan rumah naik terus, tak pernah turun..
Kami menawarkan 2 cara pembelian : 1. Beli tanah dulu, bangun rumah nanti. 2. Beli rumah langsung, sudah termasuk tanah.

Hubungi kami untuk mendapat penawaran dan negosiasi terbaik..
Pembayaran setelah lengkap dokumen Notaris..

Perumahan Cahaya Caruban – Kendal
PT. Cemerlang Cahaya Internasional
Kontak HP/WA :
+62 838 61122815
https://klubcahaya.com
Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: